5 Bisnis Yang Meroket Di Tengah Wabah Corona

Share This Post

Share on facebook
Share on linkedin
Share on twitter
Share on email

Di tengah pandemi virus Corona yang melanda seluruh dunia, salah satu aspek yang paling terpukul adalah ekonomi. Di seluruh dunia.

Anda bisa membayangkan, di Tiongkok pabrik-pabrik harus merumahkan seluruh karyawannya, tentu saja termasuk buruh. Tiongkok melakukan kampanye bekerja dari rumah yang terbesar di seluruh dunia.

Melibatkan seluruh angkatan kerja yang merupakan bagian besar dari populasinya yang sudah terbesar di dunia, sekitar 1,4 milyar jiwa. Karyawan kantor mungkin bisa bekerja dari rumah dan menyelesaikan pekerjaannya secara online dengan koneksi Internet yang bagus.

Namun bagaimana dengan buruh pabrik? Pekerjaan manufaktur tidak bisa dilakukan jarak jauh dari rumah. Buruh yang dirumahkan berarti menghentikan pekerjaan produksi yang merupakan pendapatan utama pabrik. Sementara pabrik biasanya hidup dengan kredit dari bank.

Dengan operasional yang terhenti, bukan berarti bunga bank berhenti. Karyawan masih perlu digaji untuk tetap hidup. Pengusaha adalah pihak yang paling dirugikan di situasi seperti ini, dan banyak sekali pengusaha yang terancam bangkrut di Tiongkok.

Di beberapa negara seperti Italia, Denmark dan Spanyol, mereka melakukan kebijakan lockdown, yang merumahkan seluruh warganya. Mereka benar-benar harus tinggal di rumah. Lalu apa yang terjadi dengan kegiatan perekonomian? Tentu saja berhenti total.

Bagaimana bisa belanja kalau tidak boleh keluar rumah? Beli secara online? Lalu siapa yang mengirimkannya ke rumah kalau kurirnya juga harus berada di rumah? Makanan tidak bisa dikonsumsi secara online.

Bisnis pariwisata jatuh. Tempat wisata tutup, perjalanan jauh juga berkurang. Mau kuliner takut. Tempat keramaian ditutup. Kegiatan yang melibatkan orang dalam jumlah banyak dilarang.

Pertandingan olahraga kelas dunia dihentikan sementara, mulai dari sepak bola liga Eropa, balap mobil Formula 1, balap motor MotoGP dan lain-lain. Apakah Olimpiade Tokyo 2020 dan Euro 2020 bisa terlaksana? Sementara ini masih tetap diagendakan seperti biasa karena agendanya masih tengah tahun nanti.

Namun di Indonesia yang tidak mengalami kejadian yang terlalu parah, tidak melakukan lockdown, masih ada perputaran ekonomi dan kehidupan masyarakat masih berlangsung seperti biasa. Tentu saja ada pengurangan dan pembatasan.

Ada beberapa bisnis yang justru meraup untung yang sangat besar, dan ada beberapa bisnis yang menjadi peluang yang sangat besar untuk meraih profit raksasa. Apa saja itu?

1. Kesehatan

Harga masker yang biasanya hanya Rp.30,000 meroket hingga 20 kali lipat. Namun perlu diingat bahwa produksi masker tentu akan ditingkatkan sehingga harga ini ada titik puncaknya dan akan kembali menurun menuju titik ekuilibrium yang baru. Demikian pula dengan hand sanitizer yang sejauh ini sudah meningkat sekitar 6 kali lipat.

Harga termometer tembak juga meningkat karena wajib dimiliki di berbagai tempat keramaian sebagai salah satu langkah antisipasi. Vitamin juga naik harganya walaupun tidak meroket drastis, namun suplai sangat terbatas. Beberapa vitamin yang harganya murah meriah sudah habis, sementara vitamin lain yang harganya lebih mahal masih tetap dicari orang, bahkan harus indent dan terjadi pembatasan penjualan.

2. Asuransi Jiwa & Kesehatan

Asuransi dipisahkan dari produk kesehatan, karena asuransi sebenarnya adalah produk finansial, yang salah satu variannya terkait dengan kesehatan. Sebagai langkah antisipasi bila harus opname di rumah sakit, tentu bijaksana bila membeli polis asuransi kesehatan sebagai langkah antisipasi secara finansial.

From above of man and woman with contract of life insurance policy sitting at table

Selain asuransi kesehatan, juga ada asuransi jiwa yang seringkali dijual secara bersamaan dalam satu paket produk asuransi, walaupun banyak juga yang dijual secara terpisah dari asuransi kesehatan.

Di negara yang sudah sangat menerima asuransi, pembelian polis asuransi juga membludak tidak kalah dengan sembako. Jadi saat-saat ini juga merupakan saat puncak kesibukan bagi tim underwriter di perusahaan asuransi.

3. Pendukung Telecommuting atau Bekerja Secara Online

Di Tiongkok sudah mengkampanyekan bekerja dari rumah untuk meminimalkan interaksi antar manusia, sehingga mengurangi potensi penularan virus. Di Indonesia juga sudah dihimbau mengenai belajar, bekerja dan beribadah di rumah.

Dengan teknologi Internet yang sudah maju dan koneksi yang cepat, bekerja secara online sudah tidak menjadi masalah besar. Satu-satunya hambatan adalah kompetensi orang-orangnya untuk bisa menggunakan teknologi-teknologi tersebut dengan baik untuk mencapai produktivitas yang tetap tinggi seperti biasa.

Ada aplikasi untuk bekerja secara tim, kolaborasi untuk mengerjakan dokumen secara bersamaan, sampai manajemen SDM, akuntansi, pemasaran dan penjualan secara online. Ini semua sudah seharusnya mulai diterapkan di berbagai perusahaan dan wabah virus corona justru mempercepat keterpaksaan ini, sehingga seharusnya tidak ada lagi perusahaan yang pemiliknya masih mengaku “gaptek” tidak menguasai teknologi.

4. Belanja Online

Sebenarnya tanpa lockdown, kita semua masih bisa ke mall untuk berbelanja. Namun bila mengikuti himbauan untuk mengurangi interaksi, maka berdiam di rumah merupakan hal yang wajar untuk dilakukan, dan belanja ke mall tentu saja berkurang.

Dipicu juga dengan menurunnya daya beli masyarakat akibat penurunan ekonomi di tengah wabah virus corona ini, masyarakat tentu mengurangi belanja hal-hal yang sifatnya konsumtif. Mereka lebih memilih untuk berbelanja keperluan kesehatan daripada berbelanja hal-hal yang tidak terlalu mendesak.

Belanja online bisa menjadi solusi, karena selain harganya murah, belanja online juga bisa dilakukan di tengah menurunnya interaksi akibat wabah virus corona. Sejauh ini di Indonesia, semua kurir pengiriman masih melakukan aktivitasnya seperti biasa, jadi aktivitas penjualan dan pembelian secara online masih bisa berlangsung secara normal.

5. Konten Online

Karena makin banyak orang yang berdiam di rumah, tentu tingkat konsumsi konten secara online meningkat drastis. Ini saatnya membuat vlog dan blog yang kontennya berguna untuk dikonsumsi, dan tentu saja konten yang positif. Ini saatnya melakukan kegiatan branding dan marketing secara online agar masyarakat makin mengenal bisnis anda dan kompetensi anda.

Subscribe To Our Newsletter

Get updates and learn from the best

More To Explore

Uncategorized

Tetap Produktif Saat #dirumahaja

In time of crisis jaman now, dan juga saat #dirumahaja, walau dengan berbagai keterbasan, kita tetap dapat produktif. Bagaimana caranya?

Do You Want To Boost Your Business?

drop us a line and keep in touch

Top